D12t's

Sunday, November 09, 2008

saat ini aku pikirkannya..
dia yang hanya bisa kulihat bayangnya dengan impianku..
dia yang setiap hari penuhi mimpiku..
dia yang setiap hari penuhi angan..

tak lagi hujan ku turun saat ini...
aku bisa tertawa dengan lepas..bisa tersenyum dengan rela..
apakah ini artinya sesungguhnya aku tak inginkan dia ada..?
apakah selama ini yg kurasa adalah bayang semu dalam hati..?

apakah yang selama ini kulakukan dan kurasakan..
hanya impian bodoh seorang naif..?
ataukah aku yang telah belajar untuk melepaskan..
walau terasa sakit di hati..

aku senang ketika tahu dia tertawa..
tapi aku sedih..kala aku tak tahu lagi..
apa yang dia lihat...apa yang dia dengar..apa yang dia rasa..
semua terasa begitu jauh..dan tidak dapat lg kualami yang dia alami..

mungkin ini yang terbaik untukku...dan untuknya...
bukankah perpisahan menjadi sedih..karena pertemuan yang menyenangkan..?
aku kan jalani jalanku dan dia jalani jalannya..
aku tak tahu..apakah aku berani berharap..
untuk dapat melihatnya lagi..

karena harapan menyakidkanku..
dan keinginan melukaiku..
mungkin...mungkin aku tak pelak harus jalani..
agar aku lebih sadar...
sadar semua hal yang selama ini tak kusadari..

D12t

Labels:

Friday, December 15, 2006

saat ini bagai dalam kungkungan dinding-dinding yang ia bangun dan ia pertebal sendiri sehari-harinya.
dinding dari bahan sekisar harapan semu dan kepercayaan tak berdasar..yang dilapisi dengan semen-semen setia belaka..
biarkan hari ini dan waktu ini ia belajar bahwa hanya dengan harapan dan usaha keras takkan selalu menjamin setiap mimpinya.
ketika baginya hari-harinya begitu kelabu..walau hanya diselingi cahaya sesaat..sungguh cahaya itu membutakan dan menyilaukan dia..entah begitu tertariknya dia akan cahaya itu.
belakangan datang sebuah sosok yang entah terkadang dia rindukan..apakah setiap sore atau ketika bulan menyapa datangnya malam bagi dia.
ya...detik-detik yang berlalu baginya membuat dia tak dapat menyangkal bahwa ia membutuhkan sosok tersebut terkadang..
mungkin keraguan yang menghambat dia...atau ketakutan akan sakit hati masa ini menghentikannya.
apakah dia harus menghentikan pengharapannya akan selama ini ?
dan menjemput kemungkinan hari baru baginya....?
ya....dia terjerat akan keinginan,keraguan, dan ketakutan...



---------end of part III------------- D12t

Sunday, December 10, 2006

mungkin dia takud akan sepi...
yah...sepi yang bisa membunuh jiwa seseorang dan mengambil diri seseorang dari sekitarnya...
ya..memang benar sebuah sepi bisa mengalahkan manusia tertangguh sekalipun,tiada yang berharap sepi menjadi temannya..
atau dia ragu untuk menjalani sebuah jalan sendiri? karena begitu banyak angin dan semilir yang bisa membuatnya tertarik pada yang lain.atau dia merasakan khawatir...bahwa tak ada yang seberarti apa yang telah dia jaga selama ini,walau tidaklah terbukti apa yang selama ini dijaga..
yah..banyak bayangan-bayangan yang timbul ketika dia akan melakukan langkah pergi.dan lebih banyak lagi gambaran-gambaran ketika mengambil langkah diam di simpang jalan itu.
dia menggambarkan dirinya berada di tepi jurang sedih dan putus asa bila suatu hari dia menemukan apa yang dia sayang itu tak lagi dalam jarak pandangnya..tak lagi dalam jarak rengkuhannya.
ketika dia melihad ke kiri dan dia lihad sebuah ruang hampa..dan ketika dia menoleh ke kanan dia menatap sebuah kosong yang senantiasa menemani tatkala seorang menutup pintu jiwanya.
bagai terombang-ambing dalam sebuah perahu ciptaan sendiri layaknya
antara pikiran berduri di akhir atau pikiran nelangsa di awal.
yah..ketika saat itu terhenti sewaktu dia mengalirkan kesedihannya dan membagi pedihnya dalam ruang gelap di sisi kanan mobilnya...

end of part II------------------------------------D12t

Wednesday, November 22, 2006

gemerisik rumput terdengar..ditemani oleh suara-suara belalang yang beradu di tengah padang.
cahaya bulang yang merembes malu-malu di tengah gelapnya malam..ya, seperti pria yang malu hendak bertemu wanitanya. tak kalah,bintangpun turut bersinar menemani,membuat bulan tak seperti seorang yang kesepian.
ya..hari itu angin berembus begitu lembudnya..seperti hendak menari indah dengan bayang-bayang setiap yang berlalu saat itu. ya..hari itu hatinya begitu tertusuk dengan apa yang telah dialaminya. pasalnya karena hari itu dia belajar bahwa perkataan itu begitu mudahnya berubah arah. begitu cepad berubah haluan. pada saat ini pula dia tahu bahwa kata-kata bukan untuk ditelan seutuhnya. bahwa sebenarnya yang terlihad tak semanis senyatanya.
hari itu,tepad pada saat bulan berada di tengah puncak langit,kenyataan itu mendatanginya.
bahwa apa yang telah ditabung olehnya selama ini. yang telah diharapkannya selama ini ternyata terancam tidak didapat.
malam itu ketika dia meraih telepon genggamnya dan berkata-kata dengan orang lain. disanalah dia sadari bahwa dia seperti melakukan tindak kosong. mungkin dikatakan melihad dan ingin menggapai langid yang tinggi. dia begitu bingung..ketika dia mengingat hal-hal manis yang dia rasakan..ternyata tak lebih dari sekedar entah apa..
apakah sebuah ketidakpastian..atau kebodohan belaka...
tapi hari itu dia mengambil sebuah keputusan bahwa dia tak akan mengecewakan orang itu..
bahwa dia akan tetap menjaga rasanya..dan dia berharap dia dapat bertahan melakukannya.

End of part 1...................................... D12t

Friday, November 10, 2006

diam..diam kau para kaum hawa...
keparat kau dengan segala kemanisan mu dan kemanjaanmu.
biarkan dihembus angin malam setiap katamu.
sampai suatu ketika kau buat lagu-lagu ku menjadi pahit padaku.
dan musik ku menjadi sumbar dalam sependengaranku.
sewaktu setiap detak jantungku menjadi debaran keras.
berpendar dalam kesal dan marahku.
seketika kurasa ingin kumemaki,menghina sampai matamu berair deras.
ketika kumerasa bahwa ada 1001 wanita lebih baik darimu.
ketika ku benar ingin menendangmu dari sampingku.

tapi aku tak bisa katakan itu.
bahwa aku butuhkan mu.
setiap gelak tawa dan kehangatan mu.
dan bila bisa kulakukan sesuatu untukmu.
melihat tawamu ? atau sedih bersamamu ?
setiap kemunculanmu dalam hatiku.
untuk kenangan-kenangan yang terjadi padaku.
bahwa aku memilihmu dari semua wanita dalam hidupku.
ketika kukatakan pada diriku...bahwa aku sayang padamu.

"True Contain" D12t

Monday, November 06, 2006

bagai berjalan entah merangkak di hamparan sungai berbatu.
ketika kau melihat ke kiri kau lihat penuh kisah sembilu.
ketika kau menengok ke kanan kau renungkan banyak cerita haru.
ketika kau lihat ke bawah kau rasakan banyak deru.

seperti meratakan tanah dengan alat seharusnya.
seperti itu mungkin yang terasa. tak lagi disangkal nyatanya.
layaknya menjaring air di laut nan tak terbatas luasnya.
terlepas setiap tetes-tetes air yang kau hirup hendaknya.

ketika melangkah pada jembatan yang tak lagi berkelanjutan.
pada saat ini.
meniti setiap perjalanan memohon diberi kekuatan.
selama masa ini.

ketika dibutakan oleh sebuah pesona.
entah semu atau nyata.
menyenangkan diri,membawa tawa
entah untuk berapa lama.

patutkah dikatakan mengais pada tanah yang hampa...?

D12t

Saturday, July 29, 2006

bayangkan tirai kelambu yang tersibak.
ketika terang merasuk dalam diri
anggapan lukai hati yang terancam
muncul,tak sadari oleh pikir

di ujung jalan sembilu,yang dilalui dengan hujan diri.
merekah rasanya jiwa dengan sesakan.
terbilang sambil meracuni diri.
dengan kenangan-kenangan dari pengalaman.

membiru bibir dengan hebatnya dingin.
dan tangan merengkuh tak menggapai
selaku jiwa yang tersirap oleh longsoran kali
membeku rasa diri dalam capai

nantikan seorang yang berpapasan di sebuah jalan
berharap dia mengulum senyum
sembari matanya berkata "ada apa?"
mungkin ini akhirku.

biarkan tirai itu terbuka.
karena aku butuh cahaya.
bukan dari lampu sekedar.
aku orang yang tidak mau buta terhadap sinar.
tolong bukakan pintuku.

"cahaya" D12t.
sewaktu matahari melihat dengan najis..
dan bintang berkata-kata dengan enggan.
seperti bulan yang mencoba berkata manis..
yang tercabang oleh pertigaan.

layaknya surya yang menatap trenyuh
bagai sinar yang merekah tak penuh
pakai pada siksa hati yang telah luluh
meratap tak tentu arah,ditemani sapi yang melenguh.

merangkai kata tak berguna
serta melangkahi tata krama
seperti hati yang tak lagi dipandang
walau semua yang bernafas,butuh sayang.

bilamana mahkluk termegah tergerak oleh hasil pohon yang diolah
dan logam-logam yang di bentuk
nilai-nilai hancur tak perlu bersusah
dan mata memandang pada manusia yang seluruh

apakah kata masih berlaku?
sementara kalimat dibuang sebagaimana rupa
dan kewarasan dipaku
menjunjung ego yang melanglang buana

masih ada cahaya..
melalui sela-sela sempit di kelamnya jiwa
mencoba bertahan mengingatkan dia
bergeliat melawan keinginan setiap masa
karena..
cahaya terakhir selalu susah hilang.
tersembunyi...dan di kelilingi gelap...


"Surat dari Dunia." D12t.