D12t's

Friday, March 31, 2006

Hanya cinta yang membuat qt menangis tersedu-sedu...tapi tidak berhenti menghampirinya
Hanya cinta yang membuat qt tertawa dari dalam hati untuknya
Hanya cinta yang membuat qt mau masuk ke dalam dunianya...untuk berbagi bersamanya
Hanya cinta juga yang membuat qt membuang keberhargaan waktu

Hanya cinta yang membuat aku bukan aku...dan dia bukan dia....tapi aku dan dia adalah kita...
Hanya cinta yang mengajarkan qt untuk berbagi
Hanya cinta yang membuat qt melakukan hampir segalanya..hanya untuk bersamanya..
Hanya cinta yang membuat qt berani menghampiri masa depan

Hanya cinta yang menerima qt apa adanya..
Hanya cinta yang dapat berlandaskan kerelaan

Hanya cinta yang membuat puisi ini...

Dedicated for a book "Only love can..." who takes 2 year for a whole process :D
berpendar cahaya lampu jalan di malam
seakan menyinari hati yang terluka
menyampaikan pesan pada diri yg tiris
mungkin menghibur tangis ini

tak sadar air mata berpendar ketika menatap langit
sebuah tanda penyesalan....atau sebuah keputusan...
menghantarnya pada duka...menggurat sebuah luka
mungkin ini adalah jalannya? yang harus dilewati...
heran hati ini bertanya...


sebuah jembatan yang terbangun dari kesedihan
terpampang di depannya sekarang
seperti menyambutnya ke dalam dekapannya
apakah dia akan melintasinya? atau jembatan tersebut akan runtuh di musim panas?
meleleh karena panasnya matahari...atau tertutup oleh ranting-ranting musim semi...

..someday...a swan got throught it...
leaping her wing to a new sky...fly to the white of the cloud...
that some other time...she will find a new pond.

"Every Rain Welcomes Rainbow" D12t

Dedicated for my little sister who i "hate" a lot....
hopefully that she will happy

Tuesday, March 28, 2006

titik-titi hujan yang turun membasahi jalan-jalan kelabu
seakan menangisi diri dan turut menyesali diri
bagaikan berjuta tangan yang hendak menggapai bintang polaris
dan beribu kaki yang berjuang mencapainya

tatkala bintang itu begitu jauh...sejauh sebuah mata dapat memandang
berdetak sebuah hati dalam diri
ketika mengetahui bahwa suara ini diam
tak mengerti bagaimana dan kenapa...ntah berkata apa
mungkin hilang mampu daya seorang di hadapan sebuah cahaya
sewaktu cahaya itu tertelan kegelapan sedikit demi sedikit

ingin yang terjadi adalah sebuah tangan yang merobek siluet itu
dan membebaskan cahaya itu dari kurungannya
sebab cahaya itu sangat berharga...begitu istimewa baginya..
tapi sungguh saat itu disesalkan kegelapan semakin menarik diri
sehingga menyisakan cahaya tersebut menjadi satu titik
yang terus menjauh dan menjauh...

harapnya...mungkin suatu hari ia dapat menggapai cahaya tersebut
mengganti gelap di sekitarnya dengan benderang
menjadi matahari bagi bulannya...

Monday, March 27, 2006

bias kemilau cahaya yang berpendar di belakang sebuah kota...
ditemani temaramnya gelap malam
diselingi oleh semarak warna-warni bangunan
seakan bersatu dengan pekatnya langit
bisik-bisik dari angin malam..yang melewati sela-sela pepohonan..
menyerukan suara dari para hewan malam...
dimana setiap nafas kan terdengar...dimana setiap suara akan menggema
berlalu sang waktu berlalu...mengentakkan kakinya dia bergerak...membawa serta malam bersamanya dengan himpitan waktu yang bergegas

lain di tempad lain
sebuah aurora membentang di ujung pelupuk langit
cahayanya yang benderang memberi bentuk yang indah
pada setiap mata yang memandangnya...mengisi hati setiap yang melihatnya
sementara matahari bermain di langit sana,seakan menghantar kegembiraannya di sana
dan burung-burung berkicau layaknya mereka...
angin yang panas berhembus...seakan mengatakan untuk merasakannya
dan daun-daun terjatuh...seperti turut pada kehendak sang angin

sementara rumah tersebut tetap di sana
mungkin menanti adanya ujung pelangi yang datang di atas atapnya?
ataukah menunggu kicau burung yang hinggap di jendelanya?
tatkala awan hitam melewati atap rumah tsb
menuggu untuk mencurahkan hujannya....

Thursday, March 23, 2006

malam ini bulan keluar seperti biasanya...
namun ada sesuatu yg berbeda...bahwa ia dihalangi oleh kabut...
tetapi dia tetap berusaha menyinari malam..
terkadang kabut itu lenyap..sejenak...hanya sejenak saja...
sementara bulan itu sering tertutupi oleh kabut...
apakah ini artinya malam menolak kehadiran bulan...?
ataukah malam itu telah terbiasa dengan bulan...sehingga ia tak lg menganggapnya bersinar..?

malam tidak dapat berkata-kata...atau tidak ingin mengucapkan sesuatu....
mengapa...? mungkin dalam nya berpikir bahwa di atas sana hanya sebagai pelengkap...
sementara malam begitu diagungkan dengan bintang-bintang...
yang sinarnya justru tidak bisa menyaingi bulan...
heran....sungguh tak bisa di pungkiri....
padahal bulan itu hanya berharap malam melihat dia...
mengapresiasikan dia....
mungkinkah keinginan itu terlampau tinggi...?
ataukah justru hal itu tak patut di harapkannya..?

sementara malam berganti waktu..
matahari mencuat keluar...tepat ketika itu...bulan mendengar....
"matahari sudah keluar..matahari sudah keluar.."
perih rasanya hatinya...mungkin dia menyadari bahwa dia bukan sesuatu yg ditunggu-tunggu...
bukan yang diharap...
akhirnya bulan itu masuk...menghilang dalam kegalauan hati...
tapi apa yg dapat terubah...?mungkin ini lah jalannya.....
bersinar di bawah bayang matahari...

Harapan Dan Kekosongan

D12t

Friday, March 17, 2006

The Picasso Epoch

Petik bunga kusembah
Tak hanya tuk murni maduku saja
Kumbang tak kan pernah bisa
Hidup sendiri berjasa

Still Life on a Table in Front of an Open Window
Segala daya dan pikir
Rasa dan ucap
Dunia indah punyaku
Peluk hangat bagi dua
Sama rata
Sepertinya,

Picasso butuh paling tidak seseorang tuk berbagi
di meja itu di depan jendela terbuka itu

Seseorang
Paling tidak


Al de Vina
© April 2004

Still Life on a Table in Front of an Open Window: nama salah satu lukisan hasil karya Pablo Picasso.

halo, nama saya kuya. dan saya senang berada di sini. ingin rasanya saya menghirup udara segar, terbebas dari asin air laut yang menggerogoti kulit saya ini. saya ingin segera ke penjara dunia dan bermain dengan anak anak kecil di taman sekolah. saya akan ada di sana, menunggu pagi dan malam datang. karena saya adalah seorang kuya

~pissss......~
apakah langkah ini dijalankan?
sementara kadangkala kaki harus dibalut luka hati..atau ketegaran perasaan..
mungkin saat ini angin berhembus ke tenggara?sementara aku menapaki utara..
dalam iringan gy disertai aliran keraguan,merasakan sukma yang terkadang menyabarkan diri

apakah diri ini bersiap menghadapi ingkarmu..
bukan,bukan atas tindakku tetapi atas diri ku.
mungkin perjalanan ini berbuah kehampaan yang terbungkus oleh kain kanfas merah...
tak lagi khayal ini bertahan dalam angan..bila diri memiliki keberanian dalam hati.

apa ini nilai kepengecutan? ataukah harga sebuah perasaan tulus?..tidak dapat kujawab...biarkan sekitarku menilai..
seiring aliran ini berlangsung,dalam hati berharap agar dia bahagia..apakah dengan yg lain..?
hingga tangan ini meraih sekuntum bunga matahari...terpampang di ambang jendela.
melihat ke luar sana...
"Diary seorang lelaki"
D12t