D12t's

Monday, May 08, 2006

kenapa orang memandang bintang di langit malam hari?
kenapa bukan pada matahri atau malam tanpa bintang? bahkan ada orang yang mau bersusah payah hanya demi melihat bintang. mengapa?
apakah karena cahayanya? yang indah berpendar walau malam berkabut?
tidak,kurasa bukan itu jawabnya.
jadi apa? atau karena dia hanya indah? memesona stiap yang melihatnya?
bagiku sendiri,bintang itu adalah cahaya harapan. setiap kita yang memandangnya bisa merasakan bahwa disana ada tujuan dan impian manusia.
bagi anak-anak bintang adalah suatu tujuan yang sangat jauh terbentang di depan pelupuk mata mereka,karena mereka masih punya beribu Km² di hadapan mereka.
bagi para remaja mungkin mereka memandang orang yang mereka kasihi atau hal-hal yang ingin mereka capai di kemudian hari.
bagi pemuda,mungkin terbesit sejumput keindahaln alam ini dalam bermega dan berlaksa luasnya dari sudut pandangnya,
dan bagi orang tua yang benar-benar melihat bintang tersebut,itu adalah saat mereka bernostalgia dengan kenangan² mereka semasa muda.
satu malam ketika aku harus duduk sendiri di tepian laut,merasakan deburan ramah ombak di sela-sela jariku, dan ketika pasir-pasir pantai yang dingin menyambut telapakku.
disana terdengar panggilan laut dengan gelombangnya dan angin yang dingin berhembus seperti hendak berkata. sementara daun-daun pohon kelapa berlomba-lomba melambai padaku dan hewan malam berkeliaran layaknya manusia di siang hari.
sementara langit membisu dalam keagungan-Nya dan aku hanya sendiri di sana.
ketika u tengadah,ku lihat banyak cahaya berpendar di sana.satu demi satu dia bersinar terang seperti tersenyum. hendak menyapa dunia dalam kesendiriannya.
"sendiri?", kataku. ya,sendiri,karena bintang-bintang itu terpisah sekian jauh satu dengan lainnya tetapi mereka masih berpendar sampai waktunya.
apa yang kupikir saat itu? aku memikirkan diriku,cintaku,dan hal-hal yang berharga terjadi di sekelilingku. aku berpikir apakah yang aku lakukan di sini? bukankah seharusnya aku bersenang-senang dengan rumah seberang sana yang sedang berpesta?
tapi disinilah aku,berkutat dengan kesendirianku dan angin ini mencoba membuka kedok diri.
lalu aku beralih. aku pikirkan cintaku. sedang apakah dia? apakah dia memikirkanku seperti aku memikirkannya? sempat terbesit dalam benakku bahwa aku hendak mengambil foto langit malam ini untuk katakan cintaku. aku kangen dia...
lalu aku mulai berpikir memangnya apa hubungan langit dengan cintaku? dengan hatiku?
aku mulai pikirkan hal-hal berharga di sekelilingku. teman-temanku,orang tua,dan semua yang baik yang telah terjadi. pantaskah aku menerima semuanya? ataukah seharusnya aku menerima lebih?
masih di sisian laut tempat aku tadi termangu dengan lamunanku
dan bulan mulai muncul dengan cahaya titipannya,yang membuat perhatian pada bintang menjadi teralih tapi tak tersamar.
aku berpikir dan aku menyadari mengapa manusia melihat pada bintang.
sebuah bintang,kawanku,tidak pernah berhenti bersinar sampai sudah tiba waktunya dia untuk turun kembali pada yang menciptakannya.
mirip,sungguh mirip dengan manusia yang mencari cinta,harapan,cita-cita,dan tujuan.
bedanya manusia perlu manusia yang lain untuk mencapainya.
ah,berkata apa aku ini. hanya sebatas lamunan seorang pemuda dalam ketidakberdayannya mungkin dia sedang menanti sebuah jawaban dari langit sana.
D12t"may it be bright,until time stops it to be."

1 Comments:

  • At 4:18 AM, Blogger Unknown said…

    alo kuya..!
    emm.. tulisannya bagus
    dan kalimat kalimatnya lebih rapi
    lebih banyak titik dan koma, diterusin dan ditingkatin lagi aja. heheehe..

    btw, asik banget ya..
    di pantai situ..
    sambil melihat senja
    merenung
    dan memandang langit
    ada bulan dan bintang
    lalu pesawat terbang lewat

    ;p

     

Post a Comment

<< Home