bayangkan tirai kelambu yang tersibak.
ketika terang merasuk dalam diri
anggapan lukai hati yang terancam
muncul,tak sadari oleh pikir
di ujung jalan sembilu,yang dilalui dengan hujan diri.
merekah rasanya jiwa dengan sesakan.
terbilang sambil meracuni diri.
dengan kenangan-kenangan dari pengalaman.
membiru bibir dengan hebatnya dingin.
dan tangan merengkuh tak menggapai
selaku jiwa yang tersirap oleh longsoran kali
membeku rasa diri dalam capai
nantikan seorang yang berpapasan di sebuah jalan
berharap dia mengulum senyum
sembari matanya berkata "ada apa?"
mungkin ini akhirku.
biarkan tirai itu terbuka.
karena aku butuh cahaya.
bukan dari lampu sekedar.
aku orang yang tidak mau buta terhadap sinar.
tolong bukakan pintuku.
"cahaya" D12t.
ketika terang merasuk dalam diri
anggapan lukai hati yang terancam
muncul,tak sadari oleh pikir
di ujung jalan sembilu,yang dilalui dengan hujan diri.
merekah rasanya jiwa dengan sesakan.
terbilang sambil meracuni diri.
dengan kenangan-kenangan dari pengalaman.
membiru bibir dengan hebatnya dingin.
dan tangan merengkuh tak menggapai
selaku jiwa yang tersirap oleh longsoran kali
membeku rasa diri dalam capai
nantikan seorang yang berpapasan di sebuah jalan
berharap dia mengulum senyum
sembari matanya berkata "ada apa?"
mungkin ini akhirku.
biarkan tirai itu terbuka.
karena aku butuh cahaya.
bukan dari lampu sekedar.
aku orang yang tidak mau buta terhadap sinar.
tolong bukakan pintuku.
"cahaya" D12t.
