D12t's

Saturday, July 29, 2006

bayangkan tirai kelambu yang tersibak.
ketika terang merasuk dalam diri
anggapan lukai hati yang terancam
muncul,tak sadari oleh pikir

di ujung jalan sembilu,yang dilalui dengan hujan diri.
merekah rasanya jiwa dengan sesakan.
terbilang sambil meracuni diri.
dengan kenangan-kenangan dari pengalaman.

membiru bibir dengan hebatnya dingin.
dan tangan merengkuh tak menggapai
selaku jiwa yang tersirap oleh longsoran kali
membeku rasa diri dalam capai

nantikan seorang yang berpapasan di sebuah jalan
berharap dia mengulum senyum
sembari matanya berkata "ada apa?"
mungkin ini akhirku.

biarkan tirai itu terbuka.
karena aku butuh cahaya.
bukan dari lampu sekedar.
aku orang yang tidak mau buta terhadap sinar.
tolong bukakan pintuku.

"cahaya" D12t.
sewaktu matahari melihat dengan najis..
dan bintang berkata-kata dengan enggan.
seperti bulan yang mencoba berkata manis..
yang tercabang oleh pertigaan.

layaknya surya yang menatap trenyuh
bagai sinar yang merekah tak penuh
pakai pada siksa hati yang telah luluh
meratap tak tentu arah,ditemani sapi yang melenguh.

merangkai kata tak berguna
serta melangkahi tata krama
seperti hati yang tak lagi dipandang
walau semua yang bernafas,butuh sayang.

bilamana mahkluk termegah tergerak oleh hasil pohon yang diolah
dan logam-logam yang di bentuk
nilai-nilai hancur tak perlu bersusah
dan mata memandang pada manusia yang seluruh

apakah kata masih berlaku?
sementara kalimat dibuang sebagaimana rupa
dan kewarasan dipaku
menjunjung ego yang melanglang buana

masih ada cahaya..
melalui sela-sela sempit di kelamnya jiwa
mencoba bertahan mengingatkan dia
bergeliat melawan keinginan setiap masa
karena..
cahaya terakhir selalu susah hilang.
tersembunyi...dan di kelilingi gelap...


"Surat dari Dunia." D12t.