D12t's

Wednesday, November 22, 2006

gemerisik rumput terdengar..ditemani oleh suara-suara belalang yang beradu di tengah padang.
cahaya bulang yang merembes malu-malu di tengah gelapnya malam..ya, seperti pria yang malu hendak bertemu wanitanya. tak kalah,bintangpun turut bersinar menemani,membuat bulan tak seperti seorang yang kesepian.
ya..hari itu angin berembus begitu lembudnya..seperti hendak menari indah dengan bayang-bayang setiap yang berlalu saat itu. ya..hari itu hatinya begitu tertusuk dengan apa yang telah dialaminya. pasalnya karena hari itu dia belajar bahwa perkataan itu begitu mudahnya berubah arah. begitu cepad berubah haluan. pada saat ini pula dia tahu bahwa kata-kata bukan untuk ditelan seutuhnya. bahwa sebenarnya yang terlihad tak semanis senyatanya.
hari itu,tepad pada saat bulan berada di tengah puncak langit,kenyataan itu mendatanginya.
bahwa apa yang telah ditabung olehnya selama ini. yang telah diharapkannya selama ini ternyata terancam tidak didapat.
malam itu ketika dia meraih telepon genggamnya dan berkata-kata dengan orang lain. disanalah dia sadari bahwa dia seperti melakukan tindak kosong. mungkin dikatakan melihad dan ingin menggapai langid yang tinggi. dia begitu bingung..ketika dia mengingat hal-hal manis yang dia rasakan..ternyata tak lebih dari sekedar entah apa..
apakah sebuah ketidakpastian..atau kebodohan belaka...
tapi hari itu dia mengambil sebuah keputusan bahwa dia tak akan mengecewakan orang itu..
bahwa dia akan tetap menjaga rasanya..dan dia berharap dia dapat bertahan melakukannya.

End of part 1...................................... D12t

Friday, November 10, 2006

diam..diam kau para kaum hawa...
keparat kau dengan segala kemanisan mu dan kemanjaanmu.
biarkan dihembus angin malam setiap katamu.
sampai suatu ketika kau buat lagu-lagu ku menjadi pahit padaku.
dan musik ku menjadi sumbar dalam sependengaranku.
sewaktu setiap detak jantungku menjadi debaran keras.
berpendar dalam kesal dan marahku.
seketika kurasa ingin kumemaki,menghina sampai matamu berair deras.
ketika kumerasa bahwa ada 1001 wanita lebih baik darimu.
ketika ku benar ingin menendangmu dari sampingku.

tapi aku tak bisa katakan itu.
bahwa aku butuhkan mu.
setiap gelak tawa dan kehangatan mu.
dan bila bisa kulakukan sesuatu untukmu.
melihat tawamu ? atau sedih bersamamu ?
setiap kemunculanmu dalam hatiku.
untuk kenangan-kenangan yang terjadi padaku.
bahwa aku memilihmu dari semua wanita dalam hidupku.
ketika kukatakan pada diriku...bahwa aku sayang padamu.

"True Contain" D12t

Monday, November 06, 2006

bagai berjalan entah merangkak di hamparan sungai berbatu.
ketika kau melihat ke kiri kau lihat penuh kisah sembilu.
ketika kau menengok ke kanan kau renungkan banyak cerita haru.
ketika kau lihat ke bawah kau rasakan banyak deru.

seperti meratakan tanah dengan alat seharusnya.
seperti itu mungkin yang terasa. tak lagi disangkal nyatanya.
layaknya menjaring air di laut nan tak terbatas luasnya.
terlepas setiap tetes-tetes air yang kau hirup hendaknya.

ketika melangkah pada jembatan yang tak lagi berkelanjutan.
pada saat ini.
meniti setiap perjalanan memohon diberi kekuatan.
selama masa ini.

ketika dibutakan oleh sebuah pesona.
entah semu atau nyata.
menyenangkan diri,membawa tawa
entah untuk berapa lama.

patutkah dikatakan mengais pada tanah yang hampa...?

D12t