mungkin dia takud akan sepi...
yah...sepi yang bisa membunuh jiwa seseorang dan mengambil diri seseorang dari sekitarnya...
ya..memang benar sebuah sepi bisa mengalahkan manusia tertangguh sekalipun,tiada yang berharap sepi menjadi temannya..
atau dia ragu untuk menjalani sebuah jalan sendiri? karena begitu banyak angin dan semilir yang bisa membuatnya tertarik pada yang lain.atau dia merasakan khawatir...bahwa tak ada yang seberarti apa yang telah dia jaga selama ini,walau tidaklah terbukti apa yang selama ini dijaga..
yah..banyak bayangan-bayangan yang timbul ketika dia akan melakukan langkah pergi.dan lebih banyak lagi gambaran-gambaran ketika mengambil langkah diam di simpang jalan itu.
dia menggambarkan dirinya berada di tepi jurang sedih dan putus asa bila suatu hari dia menemukan apa yang dia sayang itu tak lagi dalam jarak pandangnya..tak lagi dalam jarak rengkuhannya.
ketika dia melihad ke kiri dan dia lihad sebuah ruang hampa..dan ketika dia menoleh ke kanan dia menatap sebuah kosong yang senantiasa menemani tatkala seorang menutup pintu jiwanya.
bagai terombang-ambing dalam sebuah perahu ciptaan sendiri layaknya
antara pikiran berduri di akhir atau pikiran nelangsa di awal.
yah..ketika saat itu terhenti sewaktu dia mengalirkan kesedihannya dan membagi pedihnya dalam ruang gelap di sisi kanan mobilnya...
end of part II------------------------------------D12t
yah...sepi yang bisa membunuh jiwa seseorang dan mengambil diri seseorang dari sekitarnya...
ya..memang benar sebuah sepi bisa mengalahkan manusia tertangguh sekalipun,tiada yang berharap sepi menjadi temannya..
atau dia ragu untuk menjalani sebuah jalan sendiri? karena begitu banyak angin dan semilir yang bisa membuatnya tertarik pada yang lain.atau dia merasakan khawatir...bahwa tak ada yang seberarti apa yang telah dia jaga selama ini,walau tidaklah terbukti apa yang selama ini dijaga..
yah..banyak bayangan-bayangan yang timbul ketika dia akan melakukan langkah pergi.dan lebih banyak lagi gambaran-gambaran ketika mengambil langkah diam di simpang jalan itu.
dia menggambarkan dirinya berada di tepi jurang sedih dan putus asa bila suatu hari dia menemukan apa yang dia sayang itu tak lagi dalam jarak pandangnya..tak lagi dalam jarak rengkuhannya.
ketika dia melihad ke kiri dan dia lihad sebuah ruang hampa..dan ketika dia menoleh ke kanan dia menatap sebuah kosong yang senantiasa menemani tatkala seorang menutup pintu jiwanya.
bagai terombang-ambing dalam sebuah perahu ciptaan sendiri layaknya
antara pikiran berduri di akhir atau pikiran nelangsa di awal.
yah..ketika saat itu terhenti sewaktu dia mengalirkan kesedihannya dan membagi pedihnya dalam ruang gelap di sisi kanan mobilnya...
end of part II------------------------------------D12t

1 Comments:
At 5:01 AM,
From my Heart... Defie... said…
Cool... BaGUZ/....
BiaRpun Aga2 dkit AmBiGu...^^
Post a Comment
<< Home